TERASBATAM.ID – Polda Kepulauan Riau memperkuat kerja sama operasional dan diplomasi dengan Singapura dan Malaysia untuk mengamankan wilayah perbatasan yang rawan ancaman lintas negara, seperti penyelundupan narkotika dan perdagangan orang. Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin menegaskan sinergi ini penting mengingat posisi strategis Kepri di Selat Malaka.
“Sinergi transnasional tersebut menjadi momentum peningkatan pertukaran informasi untuk pendekatan hukum dan aktivitas penindakan, sekaligus menegaskan peran Polda Kepri sebagai garda terdepan pengamanan kawasan perbatasan,” ujar Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin dalam rilis akhir tahun 2025 di Mapolda Kepri, Selasa (30/12/2025).
Kolaborasi konkret termasuk pertemuan dengan forum Indonesia Foreign Law Enforcement Community (IFLEC) untuk peningkatan kapasitas personel, serta undangan dari otoritas maritim Singapura (MARSEC) yang memberikan apresiasi atas kinerja Polda Kepri. Singapura bahkan menawarkan penempatan personel bersama di command centre MARSEC untuk memantau keamanan perairan secara real-time. Kerja sama rutin juga dijalin dengan kepolisian Malaysia (PDRM Johor) untuk pertukaran informasi dan koordinasi patroli.
Sepanjang 2025, komitmen penegakan hukum di perbatasan dibuktikan dengan pengungkapan 757 tersangka narkotika dan 38 kasus kejahatan terhadap kekayaan negara. Dengan pendekatan hukum yang tegas dan sinergi internasional yang kuat, Polda Kepri berkomitmen menjaga kawasan perbatasan tetap aman dan tertib.


