TERASBATAM.ID — Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI memberangkatkan kapal patroli KN Pulau Dana-323 untuk mendistribusikan 90 ton bantuan logistik bagi warga terdampak bencana di Sumatra. Kapal tersebut dilepas secara resmi oleh Direktur Operasi Udara Maritim Bakamla RI, Laksma Bakamla Bambang Somantri, dari Dermaga Magcobar, Batu Ampar, Batam, Kamis (18/12/2025).
Bantuan tersebut merupakan akumulasi sumbangan dari berbagai lapisan masyarakat, instansi, dan pihak terkait yang disalurkan melalui Bakamla. Logistik seberat 90 ton ini dijadwalkan tiba di Pelabuhan Krueng Geukueh, Lhokseumawe, Aceh, pada Sabtu (20/12/2025).
Laksma Bambang Somantri merinci bahwa bantuan tersebut mencakup kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, mi instan, dan air mineral. Selain bahan pangan, dikirimkan pula obat-obatan, peralatan bayi, perlengkapan tidur, serta alat elektronik penunjang seperti genset dan penanak nasi (rice cooker).
“Kami juga mengirimkan perlengkapan tambahan seperti tikar untuk mendukung kenyamanan warga di lokasi pengungsian,” ujar Bambang saat melepas keberangkatan kapal di Pelabuhan Magcobar. Pemilihan jenis bantuan ini didasarkan pada hasil estimasi kebutuhan mendesak masyarakat di wilayah terdampak.

Misi Kemanusiaan Tahap Kedua
Pelayaran KN Pulau Dana-323 ini merupakan misi kemanusiaan tahap kedua yang dilakukan Bakamla untuk wilayah Sumatra. Sebelumnya, pada Kamis (11/12/2025), Bakamla RI Zona Barat telah memberangkatkan 70 ton bantuan tahap pertama menuju Lhokseumawe menggunakan kapal patroli KN Pulau Nipah-321.
Baik KN Pulau Nipah-321 maupun KN Pulau Dana-323 merupakan unsur alutsista Bakamla dengan klasifikasi kapal berukuran 80 meter.
Terkait keberlanjutan dukungan, Bakamla menegaskan kesiapannya untuk terus membantu proses pemulihan selama situasi membutuhkan dan sesuai arahan pimpinan pusat. “Harapannya negara hadir untuk membantu masyarakat. Kami siap secara alutsista untuk mendistribusikan bantuan tersebut,” tegas Bambang.
Fokus Distribusi di Wilayah Aceh
Dalam misi ini, Bakamla RI memfokuskan penyaluran bantuan di wilayah Aceh. Sementara itu, penanganan untuk wilayah Sumatra Utara dan Sumatra Barat menjadi bagian dari tugas instansi lain.
“Kami diproyeksikan untuk penyaluran di daerah Aceh, sedangkan Sumut dan Sumbar menjadi tugas instansi lain,” kata Bambang menjelaskan pembagian koordinasi operasional.
Acara pelepasan kapal bantuan ini dihadiri oleh jajaran pejabat Bakamla dan perwakilan instansi terkait. Fokus utama misi ini adalah memastikan logistik didistribusikan secara cepat dan tepat sasaran kepada warga di pesisir Aceh yang berada dalam kondisi darurat.


