TERASBATAM.ID — Klub panahan asal Batam, Al-Kautsar Archery Community (Al Arcom), menerjunkan 13 atlet andalannya untuk berlaga dalam ajang Sumbar Open Archery Tournament 2025 di Lapangan Bola Simpang Cubadak PT Semen Padang, Sumatera Barat, Kamis (25/12/2025). Kejuaraan ini menjadi panggung perdana bagi atlet muda klub tersebut untuk berkompetisi di wilayah Sumatera di luar Kepulauan Riau.
Ketua Klub Al Arcom Heru Pujianto menjelaskan bahwa pengiriman atlet ke Sumatera Barat ini merupakan langkah alternatif setelah kejuaraan internasional di Johor, Malaysia, yang semula dibidik pada Februari 2026, mengalami pengunduran jadwal. Demi menjaga momentum latihan yang telah mencapai intensitas tinggi, para atlet dialihkan untuk mengikuti turnamen ini.
Sebanyak 13 atlet yang diturunkan berkompetisi di berbagai kategori, mulai dari recurve, compound, hingga standar nasional. “Meskipun ini kejuaraan terbuka (open), kami optimistis anak-anak dari Batam memiliki potensi besar menjadi atlet terbaik,” ujar Heru.
Rekam Jejak Berprestasi
Sejak berdiri pada 2019 di bawah naungan Masjid Al Kautsar Batam, Al Arcom telah mencatatkan berbagai prestasi di tingkat daerah hingga nasional. Klub ini pernah menyapu bersih gelar juara umum dalam lima kompetisi di Kepulauan Riau pada tahun 2021 dan 2022. Di tingkat nasional, atlet Al Arcom juga sukses menyumbangkan medali untuk Kepulauan Riau pada Kejurnas Junior tahun 2022 dan 2023.
Bahkan, salah satu atlet didikan klub ini telah menembus Pelatnas di Sentul dan mewakili Kepri pada Pekan Olahraga Nasional (PON) di Aceh. Dukungan orangtua dinilai menjadi kunci utama keberhasilan para atlet muda ini untuk tetap disiplin dan bersemangat berkompetisi di berbagai level.
Penjaringan Bibit Atlet
Sumbar Open Archery Tournament 2025 sendiri diikuti oleh sekitar 200 atlet dari lima provinsi di Sumatera. Ajang yang memperebutkan total hadiah Rp 61 juta ini digelar mulai 26 hingga 28 Desember 2025 sebagai sarana evaluasi pembinaan atlet daerah menjelang PON 2028.
Marzukri Hendrix, salah satu orangtua atlet asal Batam, berharap ajang ini dapat mengasah mental bertanding anaknya. “Keikutsertaan ini bukan hanya soal hasil akhir, tetapi proses belajar dan disiplin bagi para atlet usia muda,” katanya.
[dalil harahap]


