Kepala Bakamla RI Disambut Tari Lenso di Ambon

TERASBATAM.ID: Kepala Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) Laksdya TNI Dr. Irvansyah, S.H., M.Tr. Opsla., beserta rombongan disambut dengan Tari Lenso khas daerah Ambon setibanya di Bandara Internasional Pattimura, Ambon, Selasa (19/3/2024).

Kedatangan Laksdya Irvansyah disambut langsung oleh Kepala Zona Bakamla Timur Laksma Bakamla Agam Endrasmoro, Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Syafrial, Wakil Kepala Kepolisian Ambon Brigjen Pol Stephen M. Napiun, dan Forkopimda setempat.

“Kedatangan Kepala Bakamla RI di Ambon hari ini dalam rangka membuka Patroli Bersama Tahun 2024 dan melaksanakan beberapa kegiatan lainnya,” ujar Pranata Humas Ahli Madya Kolonel Bakamla Gugun S. Rachman.

Selama di Ambon, Laksdya Irvansyah diagendakan untuk meninjau Lahan Mako dan Puskodal Zona Bakamla Timur, Kantor Zona Bakamla Timur, Pangkalan Bakamla Ambon, dan Stasiun Bakamla Ambon. Selain itu, beliau juga akan membuka secara resmi Patroli Bersama 2024 yang akan berlangsung pada Rabu (20/3).

Turut mendampingi Laksdya Irvansyah dalam kunjungannya ke Ambon, yaitu Deputi Bidang Operasi dan Latihan Bakamla RI Laksda Bakamla Andi Abdul Aziz, S.H., M.M., Kazona Bakamla Barat Laksma Bakamla Rakhmawanto, S.E., M.Si.(Han)., CRMP., Kazona Bakamla Tengah Laksma Bakamla Octavianus Budi Susanto, S.H., M.Si., M.Tr.Opsla., Kazona Bakamla Timur Laksma Bakamla Agam Endrasmoro, Kepala Biro Sarana dan Prasarana Bakamla RI Laksma Bakamla Rudi Parulian Simorangkir, S.E., Direktur Operasi Udara Maritim Bakamla RI Laksma Bakamla Bambang Somantri, S.I.P., M.Si., dan Direktur Operasi Laut Bakamla RI Laksma Bakamla Basri Mustari.

Patroli Bersama 2024

Patroli Bersama 2024 merupakan kegiatan patroli maritim yang diselenggarakan oleh Bakamla RI bekerja sama dengan instansi terkait lainnya, seperti TNI AL, Polri, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan laut di wilayah perairan Indonesia.

Pada tahun 2024, Patroli Bersama akan difokuskan pada beberapa wilayah prioritas, seperti Selat Malaka, Laut Natuna Utara, dan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia. Patroli ini diharapkan dapat meningkatkan patroli maritim di wilayah perairan Indonesia, memberantas illegal fishing, dan menjaga kedaulatan maritim negara.