TERASBATAM.ID — Kementerian Pertahanan (Kemhan) menjajaki potensi pengembangan kawasan pertahanan terintegrasi atau integrated defense area melalui kolaborasi dengan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Inisiatif ini diproyeksikan menjadi bagian dari penguatan ekosistem industri pertahanan nasional serta pengembangan tata ruang wilayah yang strategis bagi pertahanan negara.
Rencana tersebut dibahas dalam audiensi antara Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) RI Donny Ermawan Taufanto dan Direktur Utama PT Krakatau Steel Muhamad Akbar di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis (5/2/2026). Dalam pertemuan tersebut, Krakatau Steel menyatakan kesiapannya mendukung penyediaan infrastruktur dan wilayah bagi kepentingan pertahanan.
“Konsep integrated defense area ini perlu dikaji secara komprehensif agar implementasinya berjalan optimal dan sesuai dengan kebutuhan pertahanan negara,” ujar Donny Ermawan Taufanto. Donny mengapresiasi tawaran kerja sama tersebut dan akan melaporkannya kepada Menteri Pertahanan untuk mendapatkan arahan strategis lebih lanjut.
Muhamad Akbar menjelaskan bahwa gagasan pengembangan kawasan ini selaras dengan konsep pengembangan kewilayahan Krakatau Steel serta rencana besar penguatan industri pertahanan dalam negeri. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian infrastruktur pertahanan melalui pemanfaatan aset industri nasional.
Dalam pertemuan tersebut, Wamenhan didampingi oleh Dirjen Pothan Kemhan, Ses Ditjen Strahan Kemhan, serta Dirwilhan Ditjen Strahan Kemhan. Sementara itu, pihak Krakatau Steel menghadirkan jajaran Direksi Komersial, Pengembangan Usaha, dan Portofolio. Sinergi antara otoritas pertahanan dan industri baja nasional ini menjadi langkah krusial dalam membangun ketahanan nasional yang lebih solid dan terintegrasi.
[sumber: www.kemhan.go.id]


