TERASBATAM.id: Kota Batam kembali dilanda wabah demam berdarah dengue (DBD) yang serius. Hingga November 2024, tercatat 9 warga meninggal dunia akibat penyakit ini, angka kematian tertinggi dalam lima tahun terakhir.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengungkapkan bahwa jumlah total kasus DBD sepanjang tahun ini mencapai 646 kasus, jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Puncak kasus terjadi pada bulan Juli dengan 126 kasus.
“Meskipun angka kasus keseluruhan lebih rendah dibandingkan tahun 2022, namun angka kematian tahun ini sangat mengkhawatirkan,” ujar Didi, Senin (18/11/2024).
Batu Ampar Jadi Titik Panas
Berdasarkan analisis data, Kecamatan Batu Ampar memiliki risiko penularan DBD tertinggi di Kota Batam, meskipun jumlah kasusnya tidak sebesar Kecamatan Batam Kota atau Bengkong. Hal ini mengindikasikan pentingnya upaya pencegahan yang lebih intensif di wilayah tersebut.
Pemerintah Kota Batam telah mengeluarkan sejumlah kebijakan untuk menekan angka kasus DBD, seperti:
- Surat Edaran: Penerbitan Surat Edaran Wali Kota Batam yang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
- Pembentukan Jumantik: Pembentukan Jumantik Rumah dan Jumantik Perkantoran untuk memantau perkembangan jentik nyamuk.
- Gerakan 3M Plus: Kampanye untuk menguras, menutup, dan mengubur tempat penampungan air serta langkah-langkah pencegahan lainnya.
- G1R1J: Setiap rumah tangga diwajibkan memiliki satu juru pemantau jentik nyamuk.
Didi Kusmarjadi mengimbau masyarakat untuk aktif berperan dalam mencegah penyebaran DBD dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta mengikuti anjuran pemerintah.
“Keterlibatan masyarakat sangat penting untuk memutus rantai penularan DBD,” tegasnya.


