TERASBATAM.ID — Mula Tua Rambe (70), warga Dusun Tanjung Baru, Desa Huta Baru, Kecamatan Aek Bilah, Tapanuli Selatan, hanya bisa menatap nanar kartu bantuan sosial (bansos) miliknya yang tak kunjung mencairkan dana sejak tahun 2021. Selama empat tahun terakhir, pria lansia yang sedang menderita sakit parah ini terdaftar sebagai penerima bantuan, namun tidak pernah merasakan manfaat uangnya.
Kondisi fisik Mula kini kian kurus akibat asam lambung akut yang dideritanya selama tiga tahun terakhir. Karena ketiadaan biaya, ia terpaksa menghentikan pengobatan setelah menjual tanah warisan orangtuanya demi bertahan hidup. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari tiga anaknya yang masih sekolah, Mula kini sepenuhnya bergantung pada sang istri.
“Hanya kartunya saja yang ada, tapi isinya tidak pernah ada sejak 2021. Saya bahkan harus keluar uang sendiri untuk mengecek saldo ke kota, sementara teman-teman yang lain bantuannya cair,” ujar Mula dengan nada kecewa, Sabtu (27/12/2025).
Mula menduga ada kejanggalan atau keterlibatan oknum dalam proses penyaluran bantuan tersebut. Meskipun ia sudah melaporkan masalah ini kepada perangkat desa, hingga kini belum ada solusi konkret ataupun tindak lanjut yang memuaskan.
Kondisi geografis yang terisolasi di Dusun Tanjung Baru dinilai memperparah minimnya kontrol pemerintah terhadap penyaluran bantuan sosial. Wilayah ini masih berkutat dengan infrastruktur jalan yang rusak parah, ketiadaan sinyal komunikasi, hingga layanan listrik yang belum beroperasi penuh 24 jam.
Ia berharap pemerintah pusat maupun daerah lebih teliti dalam melakukan pendataan ulang agar bantuan tepat sasaran, terutama bagi warga yang kondisinya mendesak. “Saya berharap benar-benar ada pemerintah yang mengontrol ini sehingga bantuan sampai kepada yang membutuhkan,” pungkasnya.
[dalil harahap]


