TERASBATAM.id: Kejahatan maritim kembali terjadi di perairan Batam. Sebuah kapal tanker asing, MT Al Derwazah, menjadi korban perampokan pada Rabu (23/10/2024) dini hari. Peristiwa ini mengungkap fakta bahwa keamanan di perairan strategis Indonesia masih menjadi tantangan serius.
Dalam laporan yang disampaikan Komandan KP XXXI-1007, disebutkan bahwa perampokan terjadi saat kapal tanker tersebut sedang berlayar di perairan Batu Ampar. Para pelaku berhasil menyekap chief engineer dan mengambil sejumlah barang berharga milik korban.
“Pada saat melakukan tugas jaga sendirian di kamar mesin telah di sekap dan di ikat oleh pelaku perompakan serta barang yang ada di tubuh korban seperti handphone, jam tangan, dompet, dan kalung di ambil paksa oleh perompak tsb,” demikian tertulis dalam laporan tersebut.
Tim gabungan Ditpolairud Polda Kepri, personel patroli BKO Ditpolairud Baharkam Polri, dan petugas KPLP yang tiba di lokasi kejadian hanya menemukan kapal dalam kondisi kosong. Para pelaku diduga telah berhasil melarikan diri.
“Selanjutnya tim gabungan Ditpolairud Polda Kepri, Personel Patroli BKO Ditpolairud Baharkam, dan Petugas KPLP melakukan penyisiran dan pencarian di seluruh bagian Kapal MT. AL DERWAZAH dan tidak menemukan para pelaku perompakan yang mana diduga para pelaku telah melarikan diri dari atas Kapal MT. AL DERWAZAH tersebut,” tulis laporan tersebut.
Peristiwa perampokan kapal tanker ini menjadi sorotan karena menunjukkan bahwa perairan Indonesia, khususnya di sekitar Batam, masih menjadi sasaran empuk bagi para pelaku kejahatan maritim. Padahal, wilayah ini merupakan jalur pelayaran yang sangat sibuk.
“Kejadian ini harus menjadi perhatian serius bagi semua pihak. Keamanan di perairan kita harus ditingkatkan,” kata mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri periode 2019-2024 Yudi Kurnain yang lama bertugas di Komisi I.
Kejadian ini juga mengungkap adanya celah dalam sistem keamanan maritim di Indonesia. Perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur patroli, pengawasan, dan respon terhadap kejadian darurat di laut.
“Kita perlu belajar dari kejadian ini dan mengambil langkah-langkah konkret untuk mencegah terjadinya peristiwa serupa di masa depan,” tandas Yudi.
Sementara itu Direktur Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Dirpoairud) Polda Kepri Kombes Pol Trisno Eko S yang coba dikonfirmasi oleh www.terasbatam.id terkait insiden ini belum memberikan respondnya.
[kang ajank nurdin]


