BerandaBatam RayaJumlah Terus Bertambah, 865 Kontainer Limbah Elektronik AS Menumpuk di Batam

Jumlah Terus Bertambah, 865 Kontainer Limbah Elektronik AS Menumpuk di Batam

Diterbitkan pada

spot_img
Bea Cukai Tingkatkan Pengawasan, Proses Kepabeanan Melibatkan Tiga Perusahaan

TERASBATAM.IDJumlah kontainer bermuatan limbah elektronik asal Amerika Serikat yang berada di Pelabuhan Batu Ampar, Batam, terus bertambah. Data terbaru yang dicatat Bea dan Cukai Batam menunjukkan total kontainer yang kini dalam pengawasan dan proses kepabeanan telah mencapai 865 unit. Kontainer-kontainer tersebut dimiliki oleh tiga perusahaan berbeda.

Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea dan Cukai Batam, Evi Octavia, menyampaikan bahwa dari total tersebut, baru 74 kontainer yang telah dilakukan pemeriksaan, sementara 791 kontainer lainnya telah tiba di pelabuhan namun belum menjalani proses Pemberitahuan Pabean Free Trade Zone (PPFTZ).

“Penambahan jumlah kontainer dibandingkan pendataan sebelumnya menjadi perhatian serius. Seluruh kontainer berada dalam pengawasan Bea dan Cukai Batam dan akan diproses sesuai ketentuan kepabeanan serta peraturan terkait pengelolaan limbah,” ujar Evi Octavia, Selasa (16/12/2025).

Berdasarkan rincian per perusahaan, PT Logam Internasional Jaya memiliki jumlah kontainer terbanyak, mencapai 406 unit (25 diperiksa, 381 belum PPFTZ). Diikuti oleh PT Esun International Utama Indonesia dengan total 344 kontainer (39 diperiksa, 305 belum PPFTZ). Sementara itu, PT Batam Batery Recycle Industries tercatat memiliki 115 kontainer (10 diperiksa, 105 belum PPFTZ).

BACA JUGA:  Amsakar Ajak HKI Jadikan Batam Pusat Ekonomi, Jangan Hanya Industri

Evi Octavia menegaskan bahwa Bea dan Cukai Batam terus berkoordinasi erat dengan instansi terkait untuk memastikan seluruh pemasukan limbah elektronik tersebut memenuhi ketentuan perundang-undangan, termasuk aspek perizinan, lingkungan, dan tata niaga. Pengawasan diperketat untuk mencegah pelanggaran hukum dan dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh penumpukan limbah impor.

[kang ajank nurdin]

Latest articles

Krisis SDM, Sejumlah Kantor KUA di Kepulauan Riau Kosong

TERASBATAM.ID — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melaporkan krisis sumber daya...

Pemko Batam Sebut Sampah Jadi Penyebab Banjir di Batam

TERASBATAM.ID — Pemerintah Kota Batam mengakui bahwa banjir masih menggenangi sejumlah titik lama di...

Ramadhan Teduh, Tanpa “Sweeping” Rumah Makan

TERASBATAM.ID — Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang menegaskan dukungannya terhadap imbauan Kementerian...

KPPU Ungkap Dugaan Pelanggaran Distribusi AC AUX

TERASBATAM.ID — Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengungkap dugaan praktik persaingan usaha tidak sehat...

More like this

Krisis SDM, Sejumlah Kantor KUA di Kepulauan Riau Kosong

TERASBATAM.ID — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melaporkan krisis sumber daya...

Pemko Batam Sebut Sampah Jadi Penyebab Banjir di Batam

TERASBATAM.ID — Pemerintah Kota Batam mengakui bahwa banjir masih menggenangi sejumlah titik lama di...

Ramadhan Teduh, Tanpa “Sweeping” Rumah Makan

TERASBATAM.ID — Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang menegaskan dukungannya terhadap imbauan Kementerian...