TERASBATAM.id – Menjelang pelantikan kepala daerah di seluruh Indonesia, Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) terpilih, Nyanyang Haris Pratamura, telah melakukan persiapan. Politisi Partai Gerindra ini bahkan sudah melakukan fitting baju seragam untuk acara pelantikan.
“Fitting baju sudah. Tinggal persiapan saja,” kata Nyanyang saat berada di Batam Centre, Kota Batam, Provinsi Kepri, Kamis (06/02/2025).
Ia berencana berangkat ke Jakarta pada Selasa (18/2/2025) mendatang bersama keluarga, tim, dan Ketua Partai.
Nyanyang juga meminta doa restu kepada masyarakat Kepri dan mengucapkan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan.
Sebelumnya, KPU Provinsi Kepri telah resmi menetapkan pasangan Ansar Ahmad dan Nyanyang Haris Pratamura sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri terpilih pada Pilkada 2024. Penetapan ini berdasarkan hasil Rapat Pleno yang digelar KPU Kepri pada Kamis (09/01/2025) di TCC Aston Tanjungpinang.
Ketua KPU Kepri, Indrawan Susilo Prabowoadi, mengatakan bahwa pasangan Ansar-Nyanyang memperoleh suara terbanyak dalam Pilkada 2024 dengan meraih 450.109 suara.
“Dengan ini kita menetapkan Paslon 01 Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri Periode 2025-2030,” kata Indrawan Susilo.
Indrawan menyatakan bahwa selanjutnya KPU Kepri akan menyerahkan berkas penetapan ke DPRD Kepri untuk kemudian diusulkan jadwal pelantikannya ke Pemerintah Pusat. Sebab, KPU tidak memiliki wewenang untuk menentukan jadwal pelantikan Gubernur dan Wagub Kepri terpilih tersebut.
“Tugas kami menetapkan dan menyerahkan berkas pengusulan,” ujar Indrawan.
Gubernur Kepri terpilih, Ansar Ahmad, menyebut bahwa ia akan menunggu keputusan terkait jadwal pelantikan. Ansar merasa sangat bersyukur usai menjalani seluruh tahapan Pilkada Kepri 2024.
“Patut kita syukuri semua tahapan berjalan lancar. Kemudian kita menunggu jadwal pelantikannya,” katanya.
Ansar mengatakan di periode keduanya, ia dan Nyanyang akan memberikan perhatian lebih dan meningkatkan program-program yang sudah dijanjikan sebelumnya. Seperti mengatasi permasalahan pengangguran, kemiskinan, stunting, serta memacu investasi di Provinsi Kepri.
[rma]


