TERASBATAM.ID – Indonesia tidak menutup kemungkinan untuk mengakuisisi pesawat tempur generasi 4.5 buatan Tiongkok, J-10C, jika pesawat tersebut memenuhi spesifikasi teknis dan kriteria yang ditetapkan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Wakil Menteri Pertahanan Indonesia, Donny Ermawan Taufanto, mengungkapkan bahwa Tiongkok telah menawarkan jet tempur yang dikembangkan oleh Chengdu Aircraft Corporation (CAC), anak perusahaan Aviation Industry Corporation of China (AVIC) tersebut.
“Berdasarkan penilaian kami, pesawat ini memang baik dan memenuhi kriteria yang telah ditetapkan—lebih-lebih lagi harganya berpatutan—jadi mengapa tidak dipertimbangkan?” ujar Donny, seperti dilaporkan Antara. Minat Indonesia terhadap J-10C muncul setelah pesawat tempur ini, yang dioperasikan Angkatan Udara Pakistan, dilaporkan berhasil menembak jatuh beberapa pesawat Angkatan Udara India, termasuk tiga Rafale, dalam konflik Pakistan-India baru-baru ini. Donny menambahkan, tawaran J-10C ini disampaikan saat Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono mengunjungi pameran pertahanan di Tiongkok.
Indonesia, dengan kebijakan luar negeri bebas dan aktif, memiliki ruang luas untuk menjajaki kerja sama pertahanan dengan negara mana pun. Namun, Donny menekankan bahwa integrasi dengan sistem teknologi TNI yang sudah ada, jangkauan penerbangan, dan jenis persenjataan yang bisa dibawa J-10C akan menjadi bagian penting dari penilaian. Sebelumnya, media pertahanan melaporkan rencana Indonesia untuk membeli 42 unit J-10C bekas, selain kemungkinan melanjutkan rencana pengadaan Su-35. Pengumuman terkait hal ini diharapkan akan dilakukan pada pameran Indo Defence and Expo tahun ini, pada 11-14 Juni.
[sumber: https://defencesecurityasia.com]


