TERASBATAM.id: Keindahan ikonik “Welcome to Batam” terancam memudar. Pembangunan gedung-gedung tinggi di sekitar kawasan tersebut semakin menutupi pemandangan tulisan “Welcome to Batam” yang menjadi salah satu daya tarik utama kota.
Seorang warga, Desi Sigalingging kepada www.terasbatam.id, Minggu (15/12/2024) mengungkapkan kekecewaannya saat mengunjungi Dataran WTB.
“Dulu tempat ini sangat indah, banyak wisatawan yang berfoto di sini. Sekarang, bangunan-bangunan baru sudah mulai menutupi tulisan ‘Welcome to Batam’,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam, Ardiwinata. Ia mengakui bahwa keberadaan bangunan tinggi di sekitar WTB mengganggu estetika dan mengurangi daya tarik kawasan tersebut bagi wisatawan.
“Kami sudah menyampaikan hal ini kepada pemilik lahan dan pihak terkait. Namun, kewenangan kami terbatas,” kata Ardiwinata.
Penurunan keindahan WTB berdampak negatif bagi sektor pariwisata Batam. Banyak wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, yang menjadikan WTB sebagai salah satu destinasi wajib saat berkunjung ke Batam.
“Wisatawan biasanya mengabadikan momen di depan tulisan ‘Welcome to Batam’. Jika tulisan itu tertutup, tentu akan mengurangi minat wisatawan untuk berkunjung,” ujar Ardiwinata.
Selain berdampak pada sektor pariwisata, pembangunan gedung tinggi di sekitar WTB juga berdampak pada perekonomian masyarakat sekitar. Para pedagang di kawasan tersebut mengeluhkan penurunan jumlah pengunjung.
“Dulu banyak wisatawan yang singgah untuk berbelanja dan menikmati kuliner. Sekarang, pengunjung semakin berkurang,” kata Rara, salah seorang pedagang di kawasan WTB.
Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin Hamid, telah menegaskan bahwa pembangunan di sekitar WTB tidak boleh menghalangi pandangan terhadap tulisan “Welcome to Batam”. Namun, hingga saat ini belum ada solusi konkret untuk mengatasi masalah ini.
Pemerintah Kota Batam perlu segera mengambil tindakan untuk menyelamatkan keindahan ikonik “Welcome to Batam”. Beberapa solusi yang dapat dilakukan antara lain:
- Menetapkan peraturan zonasi: Pemerintah dapat menetapkan peraturan zonasi yang lebih ketat untuk kawasan sekitar WTB agar tidak sembarang bangunan tinggi dapat dibangun.
- Membuat desain ulang: Pemerintah dapat bekerja sama dengan ahli perkotaan untuk membuat desain ulang kawasan WTB agar tetap menarik dan tidak terhalang oleh bangunan.
- Sosialisasi kepada masyarakat: Pemerintah perlu melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga keindahan WTB sebagai ikon kota.
[rma]


