TERASBATAM.ID – Angkatan Udara Filipina (PAF) telah menerima pesawat patroli maritim ATR-72-600 yang kedua, menandai selesainya pengadaan dua unit pesawat canggih tersebut. Kedatangan pesawat dari Turin, Italia, ini menjadi langkah signifikan dalam upaya modernisasi pertahanan Filipina untuk memperkuat pengawasan dan kontrol maritim di Laut China Selatan (LCS), yang kini menjadi pusat ketegangan regional. Pengadaan ini menekankan komitmen Manila untuk meningkatkan pertahanan nasional melalui solusi teknologi tinggi yang efektif biaya (cost-effective).
Pesawat ATR-72-600 MPA ini dibekali dengan sistem misi ELI-3360 dari Elbit Systems, Israel, yang dirancang khusus untuk operasi intelijen, pengawasan, dan pengintaian (ISR) di wilayah maritim yang luas. Dengan daya tahan terbang hingga 10 jam, platform ini dinilai krusial bagi negara kepulauan seperti Filipina. Kehadirannya memungkinkan pemantauan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) seluas 2,2 juta kilometer persegi dan membantu mendokumentasikan aktivitas “zona abu-abu” yang sering terjadi di perairan sengketa.
Dengan penambahan ATR-72-600 kedua, PAF kini memiliki perangkat pengawasan yang dibutuhkan untuk meningkatkan kesadaran domain maritim secara real-time. Peningkatan kemampuan pengawasan ini tidak hanya mendukung Manila dalam menegaskan kedaulatan, tetapi juga memperkuat interoperabilitas dan pertukaran data intelijen dengan sekutu utamanya, seperti Amerika Serikat dan Jepang. Armada ini dipandang sebagai force multiplier (pengganda kekuatan) dan elemen pencegah penting di tengah dinamika geopolitik LCS yang semakin memanas.
[sumber: https://defencesecurityasia.com]


