BerandaBeritaDugaan Pungli di Pelabuhan Batam Viral, Penumpang Keluhkan "Uang Pelicin" Ke Malaysia

Dugaan Pungli di Pelabuhan Batam Viral, Penumpang Keluhkan “Uang Pelicin” Ke Malaysia

Diterbitkan pada

spot_img

TERASBATAM.ID – Jagat media sosial dihebohkan oleh unggahan video seorang calon penumpang perempuan yang meluapkan kekesalannya di Pelabuhan Internasional Batam Center, Kepulauan Riau. Perempuan tersebut menuding adanya praktik pungutan liar (pungli) atau “uang pelicin” yang dilakukan oleh oknum petugas Imigrasi bagi warga yang hendak menuju Malaysia.

Dalam video berdurasi 45 detik tersebut, sang perempuan menyatakan bahwa perjalanannya dipersulit kecuali ia bersedia membayar sejumlah uang.

“Kalau kalian mau ke Malaysia, kalian harus berikan suap dulu 800 ribu. Kalau enggak, itu enggak lolos,” terangnya dengan nada tinggi sembari merekam suasana pelabuhan.

Ia membandingkan pengalamannya sejak tahun 1999 yang biasanya berjalan lancar, namun kini merasa dipersulit oleh sistem yang ia sebut tidak adil. Selain Pelabuhan Batam Center, ia juga menyinggung praktik serupa diduga terjadi di Pelabuhan Sekupang.

Tidak hanya soal keberangkatan orang, perempuan tersebut juga menyuarakan keresahannya terkait disparitas pengawasan di pintu masuk perbatasan. Ia menyinggung soal kemudahan masuknya barang-barang selundupan seperti pakaian bekas (ballpress) hingga ponsel pintar ilegal, sementara warga yang hendak melintas secara resmi justru dipersulit.

BACA JUGA:  Tongkat Komando Lanud Hang Nadim Berpindah

“Kenapa Indonesia selalu makan suap? Saya tahu orang-orang dalam, saya viralkan kasih tahu Pak Prabowo,” ujarnya sembari menyebut nama Presiden RI sebagai bentuk protes atas bobroknya integritas oknum di lapangan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak otoritas pelabuhan belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan yang viral tersebut. Namun, insiden ini menambah catatan panjang tantangan pembenahan integritas di pintu-pintu perbatasan internasional, khususnya di wilayah Batam yang merupakan salah satu titik perlintasan tersibuk menuju Singapura dan Malaysia.

Praktik pungli di pelabuhan tidak hanya merugikan masyarakat secara materiil, tetapi juga mencoreng citra pelayanan publik dan keamanan nasional di wilayah garda terdepan Indonesia.

Kepala Seksi Informasi dan Komunikasi Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Kharisma Rukmana yang dihubungi www.terasbatam.id, Jumat (9/1/2026) mengatakan akan mengeceknya terlebih dahulu ke bidang terkait ata viralnya video yang menuding pungli Rp 800 ribu jika ke Malaysia.

“saya cek ke bidang terkait dulu,” katanya.

[kang ajank nurdin]

Latest articles

Krisis SDM, Sejumlah Kantor KUA di Kepulauan Riau Kosong

TERASBATAM.ID — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melaporkan krisis sumber daya...

Pemko Batam Sebut Sampah Jadi Penyebab Banjir di Batam

TERASBATAM.ID — Pemerintah Kota Batam mengakui bahwa banjir masih menggenangi sejumlah titik lama di...

Ramadhan Teduh, Tanpa “Sweeping” Rumah Makan

TERASBATAM.ID — Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang menegaskan dukungannya terhadap imbauan Kementerian...

KPPU Ungkap Dugaan Pelanggaran Distribusi AC AUX

TERASBATAM.ID — Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengungkap dugaan praktik persaingan usaha tidak sehat...

More like this

Krisis SDM, Sejumlah Kantor KUA di Kepulauan Riau Kosong

TERASBATAM.ID — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melaporkan krisis sumber daya...

Pemko Batam Sebut Sampah Jadi Penyebab Banjir di Batam

TERASBATAM.ID — Pemerintah Kota Batam mengakui bahwa banjir masih menggenangi sejumlah titik lama di...

Ramadhan Teduh, Tanpa “Sweeping” Rumah Makan

TERASBATAM.ID — Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang menegaskan dukungannya terhadap imbauan Kementerian...