TERASBATAM.ID — Menteri Pertahanan Republik Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan emosional sekaligus strategis ke Masjid Soeharto atau Masjid Istiklal di Sarajevo, Bosnia-Herzegovina, Minggu (11/1/2026). Kunjungan ini menegaskan keberlanjutan hubungan historis kedua negara yang telah terjalin melalui diplomasi kemanusiaan sejak tiga dekade silam.
Kunjungan ke masjid bersejarah tersebut dilakukan di sela-sela rangkaian pertemuan bilateral dengan Menteri Pertahanan Bosnia dan Herzegovina. Selain membahas penguatan kerja sama pertahanan, Menhan Sjafrie menggunakan kesempatan ini untuk merajut kembali memori kolektif solidaritas Indonesia terhadap rakyat Bosnia pascakonflik Balkan pada era 1990-an.
Masjid Soeharto, yang pembangunannya diinisiasi oleh Presiden ke-2 RI Soeharto, merupakan simbol dukungan moral dan kemanusiaan bangsa Indonesia bagi masyarakat Sarajevo dalam masa pemulihan pascaperang. Nama “Istiklal” yang bermakna kemerdekaan, mencerminkan harapan Indonesia agar rakyat Bosnia tetap berdaulat dan bangkit dari luka konflik.
“Masjid ini bukan sekadar bangunan ibadah, melainkan bukti nyata keterlibatan aktif Indonesia dalam diplomasi perdamaian dan solidaritas internasional yang telah dirintis para pendahulu kita,” ujar Sjafrie dalam pernyataan resminya.
Pilar Kemitraan Strategis
Secara historis, Indonesia secara konsisten mendukung penyelesaian konflik di Bosnia melalui jalur diplomasi multilateral dan bantuan kemanusiaan. Peran Presiden Soeharto kala itu, termasuk kunjungannya yang berisiko tinggi ke Sarajevo di tengah berkecamuknya perang pada 1995, tetap dikenang sebagai salah satu tonggak diplomasi kemanusiaan Indonesia yang paling berani.
Melalui kunjungan ini, Menhan Sjafrie menegaskan bahwa kemitraan dengan Bosnia dan Herzegovina saat ini akan dikembangkan ke arah yang lebih strategis. Fokus kerja sama tidak hanya terbatas pada sektor pertahanan dan industri militer, tetapi juga pada peran aktif kedua negara dalam menjaga stabilitas kawasan masing-masing.
“Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat kemitraan strategis ini. Hubungan historis yang kuat menjadi fondasi yang kokoh bagi kerja sama pertahanan yang lebih konkret di masa depan,” tambah Sjafrie.
Pertemuan bilateral ini juga membahas peluang peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang militer serta pertukaran informasi mengenai dinamika keamanan strategis global. Kehadiran Menhan di Bosnia-Herzegovina menandai upaya Indonesia untuk terus memperluas jejaring diplomasi pertahanan di kawasan Eropa Tenggara.
[sumber: www.kemhan.go.id]


