TERASBATAM.ID – Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China secara resmi memperkenalkan helikopter tempur barunya, Z-20T, dalam Demonstrasi Penerbangan di Pameran Helikopter China ke-7 di Tianjin (16-18 Oktober 2025). Helikopter ini, yang merupakan varian bersenjata berat dari helikopter medium Z-20, menandai lompatan dramatis dalam kemampuan serangan udara terpadu dan mobilitas tempur PLA, yang mempercepat transformasi doktrin air-assault (serangan udara) mereka. Pengenalan Z-20T dinilai sebagai lambang kemunculan China sebagai pesaing setara Amerika Serikat dalam perang serangan udara modern yang sebelumnya didominasi oleh keluarga UH-60 Black Hawk.
Z-20T dikembangkan dengan teknologi kontrol penerbangan fly-by-wire dan rotor utama lima bilah, dilengkapi titik keras bersenjata dan sensor tempur yang dioptimalkan. Helikopter ini ditenagai oleh dua mesin turboshaft WZ-10 buatan dalam negeri yang masing-masing menghasilkan sekitar 1.600 kilowatt. Mesin ini dirancang khusus untuk operasi di daerah “panas dan tinggi” (hot-and-high) seperti Tibet dan Xinjiang, yang krusial untuk tantangan taktis di sepanjang perbatasan Himalaya. Selain itu, PLA juga memperkuat pengembangan varian marin Z-20 untuk mendukung operasi dari kapal pendaratan amfibi Type 075 hingga kapal perusak.
Secara doktrin, Z-20T dirancang untuk beroperasi dalam tim “pemburu-pemusnah” bersama helikopter tempur Z-10 dan Z-19, serta sistem peninjauan tanpa awak (drone). Z-20T akan bertugas sebagai platform pengangkut dan tempur, yang dilengkapi dengan sistem peringatan rudal (MAWS), datalink terkoordinasi, dan rudal anti-tank jarak jauh (ATGM) untuk menekan pertahanan udara musuh sebelum pendaratan infanteri udara dilakukan. Z-20T juga mampu membawa peluru kendali seperti AKD-10 dan AKD-21, serta mesingan berat, menjadikannya aset tempur yang seimbang dan serbaguna.
Para pengamat pertahanan menilai, Z-20T melambangkan filosofi reka bentuk baru China: modular, fleksibel, dan siap tempur di ketinggian serta lingkungan maritim. Kehadiran Z-20T mencerminkan pergeseran besar dalam doktrin PLA—dari pengangkutan pasukan statis menjadi operasi serangan udara dinamis yang menggabungkan peperangan elektronik, serangan presisi tinggi, dan integrasi data real-time dengan drone. Z-20T diklaim melebihi Black Hawk versi awal karena sejak awal dirancang dengan sistem kontrol penerbangan komputer modern, bilah komposit, dan kokpit digital sepenuhnya.
Bagi perancang militer di kawasan Indo-Pasifik, termasuk Taipei hingga New Delhi, munculnya Z-20T adalah sinyal jelas bahwa modernisasi kapabilitas helikopter tempur China berkembang pesat dalam kecepatan dan jangkauan misi. Di Selat Taiwan, Z-20T memberikan vektor baru untuk serangan vertikal. Sementara di perbatasan Himalaya, kapabilitas altitud tinggi Z-20T berpotensi mengubah keseimbangan mobilitas udara. Pengembangan Z-20T ini menjadi bukti nyata kematangan China sebagai kekuatan helikopter yang tidak lagi bergantung pada pemasok asing.
[sumber: https://defencesecurityasia.com]


