TerasBatam.id: Satuan Tugas Perlintasan Pekerja Migran Indonesia (PMI) menghadapi kendala masalah penampungan untuk para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang masuk dari Malaysia melalui pintu di Batam karena masa karantina selama 10 hari. Masalah kedepan yang sedang menunggu karena sudah ribuan orang PMI teregister di Malaysia akan masuk ke Batam.
Komandan Satgas Perlintasan PMI Brigjen TNI Jimmy Ramoz Manalu yang juga Komandan Korem 033 Wira Pratama, Jumat (17/12/2021) mengatakan, kesulitan yang dihadapi oleh pihaknya ialah masalah penampungan karantina untuk para PMI yang diperlukan cukup banyak terkait dengan lamanya waktu karantina hingga 10 hari.
“namun kita ada kendala, kendalanya adalah hampir ribuan orang yang sudah teregistrasi di Malaysia, itu hampir sudah jutaan orang yang sudah siap mendaftar masuk ke wilayah Indonesia melalui pintu Batam ini,” kata Jimmy, jenderal berbintang satu ini.
Menurut Jimmy, masalah kedepan yang akan menunggu jika arus kepulangan PMI terus berlangsung dalam jumlah yang besar ialah terkait penampungan.
“kita sudah lapor kepada pak Gubernur, kepada pak Walikota untuk menyiapkan kantong-kantong karantina terpusat itu,” kata Jimmy.
Jimmy mengatakan, bahwa terkait dengan laporannya kepada Gubernur Kepri dan Walikota Batam maka sudah ada tambahan tempat lain diluar Rusun Pemko dan rusun BP Batam, yaitu Asrama Haji Batam serta Bapelkes Marina.
“Asrama haji sudah dipakai hampir 150 orang disana,” kata Jimmy.
Permintaan Danrem 033 WP tersebut menyebabkan Asrama Haji yang sebelumnya sudah dihentikan sebagai tempat karantina pasien Covid-19 kembali dibuka untuk karantina PMI.
Menurut Jimmy, berdasarkan catatan Satgas Perlintasan PMI sejak periode 9 November hingga 17 Desember tercatat sudah 250 orang PMI yang positif terjangkit Covid-19, sekitar 95 persen berasal dari Malaysia.
Sedangkan total PMI yang menjalani karantina saat ini sebanyak 2.500 orang dan yang menjalani perawatan dengan status positif Covid-19 sebanyak 65 orang di RSKI Pulau Galang.
“berdasarkan sampling yang kami kirim ke Balitbangkes di Jakarta, belum ada yang terkonfirmasi Omicron, semua masih clear,” kata Jimmy.


