TerasBatam.id: Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Kepulauan Riau Brigjen Pol Riza Celvian Gumay menyebutkan bahwa percepatan vaksinasi di Kepulauan Riau harus dipercepat hingga mencapai target sebesar 80 persen dalam waktu singkat karena Provinsi Kepri merupakan daerah penyangga dua negara, Singapura dan Malaysia.
“Kepri ini adalah penyangga dua Negara Singapore dan Malaysia, agar kita menjadi role model di wilayah khususnya di daerah industry pariwisata-nya, kita ingin membangun percepatan pariwisata di Kepri bergerak kembali. Karena ini perintah dari bapak Presiden,” kata Gumay, panggilan akrabnya kepada wartawan seusai pembukaan vaksinasi untuk pelajar SMP dan SMA di Sekolah Maitreya Batam Centre, Jumat (23/07/2021).
Menurut Gumay, vaksin kepada pelajar yang diselenggarakan oleh BIN ini merupakan perintah dari Presiden Joko Widodo kepada Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Prof Budi Gunawan.
“Sasaran kami adalah pelajar, karena pelajar adalah generasi penerus, pelajar adalah asset kita, jadi kita ingin mempercepat agar adik-adik kita segera belajar dan bertemu di sekolahnya, kalau kita sudah mencapai 80 persen,” kata Gumay.
Menurut Gumay, BIN Kepri pada penyelenggaran vaksinasi untuk pelajar SMP dan SMA ini menyiapkan 478 vial atau ditujukan untuk 4.780 pelajar, sedangkan pada gelombang berikutnya pihaknya akan menyiapkan 600 vial atau untuk 6.000 pelajar.
“semua Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) mendukung BIN dalam kegiatan vaksinasi pelajar ini, karena kita bahu-membahu. Coba lihat, vaksinasi juga dilakukan oleh Polda dan Korem, kenapa? Karena dalam rangka percepatan. Kita bisa mencapai target sebanyak 80 persen dengan cepat jika semua pihak bahu-membahu,” kata Gumay.
Sementara itu Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengatakan, bahwa jumlah anak-anak umur dari 12 sampai 17 tahun se kepri yang harus mendapatkan vaksinasi sebesar 207.663 orang, sedangkan anak-anak yang sudah mendapatkan vaksin sebanyak 65.703 orang atau sebesar 31,64 persen.
“capaian ini sudah relative baik se provinsi Kepri, maka kegiatan vaksinasi untuk anak ini kita dorong agar seluruh anak-anak di Kepri baik yang bersekolah maupun tidak bersekolah bisa kita sasar dengan cara apapun untuk mendapatkan vaksin,” kata Ansar.
Menurut Ansar, khusus untuk kota Batam, anak-anak yang harus divaksinasi sebanyak 117.866 orang, sedangkan jumlah yang tercapai baru 28 persen, namun angka tersebut dinilai sudah baik.
“Saya atas nama pemerintah provinsi Kepulauan Riau ingin memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada BIN Kepri yang hari ini menggelar kegiatan vaksinasi untuk pelajar SMP, SMA dan SMK se Kota Batam. Karena ini adalah upaya kita mempercepat vaksinasi kepada masyarakat,” kata Ansar dalam sambutannya. (Kang Ajang Nurdin)


