TERASBATAM.ID – Kota Batam berhasil mencatat prestasi di tingkat nasional dengan meraih penghargaan pada ajang Penganugerahan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Inspiradaya Tahun 2025 di Jakarta, Selasa (9/12/2025). Penghargaan yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan SPPG dalam mengembangkan ekosistem pemberdayaan masyarakat yang terintegrasi dengan Program Makan Bergizi Gratis.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyambut baik pengakuan ini, menyatakan bahwa penghargaan tersebut membuktikan komitmen Batam dalam memperkuat ekosistem pangan lokal.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan program yang tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga memberdayakan pelaku usaha lokal. Batam berupaya memastikan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pemasok pangan dapat berjalan berkelanjutan,” ujar Amsakar.
Apresiasi Praktik Baik SPPG
Penganugerahan SPPG Inspiradaya 2025 merupakan agenda puncak Kemenko PM untuk memberikan penghargaan bagi SPPG yang unggul dalam penguatan kemitraan dengan pemasok pangan lokal, peningkatan partisipasi masyarakat secara inklusif, serta pengembangan inovasi sosial dan ekologis.
Deputi III Bidang Koordinasi PM Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kemenko PM, Abdul Haris, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menjadi dorongan bagi SPPG untuk terus berkontribusi nyata bagi pemberdayaan masyarakat.
Secara nasional, Abdul menyebutkan bahwa hingga 8 Desember, telah beroperasi 17.084 SPPG di seluruh Indonesia, yang mampu memberdayakan lebih dari 854 ribu tenaga kerja dan melayani 45,9 juta penerima manfaat.
Dari 110 SPPG yang diseleksi, Kota Batam melalui SPPG Batam Belian 4 (Kepulauan Riau) terpilih sebagai salah satu dari 20 penerima penghargaan.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar (Cak Imin). Ia menegaskan bahwa SPPG merupakan instrumen penting yang harus terus memperkuat ekosistem yang melibatkan pelaku ekonomi dan komunitas lokal dalam memenuhi kebutuhan produksi pangan.


