BerandaBeritaAsap dari Sumatera Mengancam, Singapura Bersiap Hadapi Gelombang Panas

Asap dari Sumatera Mengancam, Singapura Bersiap Hadapi Gelombang Panas

Diterbitkan pada

spot_img

TERASBATAM.ID – Bayang-bayang kabut asap kembali menghantui kawasan Selat Malaka seiring dengan terdeteksinya sejumlah titik panas (hotspot) di wilayah Sumatera. Badan Lingkungan Hidup Nasional Singapura (NEA) dalam pengumuman resminya, Sabtu (21/3/2026), mengeluarkan peringatan dini terkait risiko kabut asap lintas batas yang diprediksi akan menyertai gelombang panas hingga akhir Maret ini.

Berdasarkan citra satelit yang dipantau pada Jumat (20/3/2026), kepulan asap teramati mulai muncul di bagian tengah Sumatera dan Johor, Malaysia. Kondisi ini diperparah oleh arah angin yang saat ini bertiup dari timur laut, yang berpotensi membawa partikel asap menuju wilayah Singapura dan sekitarnya.

“Dengan kondisi kering yang terus berlanjut dan angin kencang dari timur laut, kemungkinan besar aktivitas titik panas akan meningkat dan risiko kabut asap akan terus ada,” tulis NEA dalam keterangannya.

Selain ancaman kualitas udara, warga Singapura juga diminta bersiap menghadapi cuaca ekstrem. Suhu udara maksimum harian diprediksi akan melonjak hingga menyentuh angka 35°C sampai 36°C dalam sepekan ke depan. Kondisi kering dan panas ini diperkirakan akan menyelimuti kawasan mulai akhir pekan ini hingga penghujung Maret 2026.

BACA JUGA:  Konsulat AS Kunjungi Pangkalan Bakamla Batam

Hingga Jumat malam pukul 19.00 waktu setempat, Indeks Standar Pencemar (PSI) 24 jam masih berada di kisaran 45-57, yang masuk dalam kategori “Baik” hingga “Sedang”. Meski demikian, otoritas setempat mengimbau warga untuk terus memantau pembaruan kualitas udara secara real-time melalui aplikasi resmi.

Menanggapi potensi bahaya ganda ini, pemerintah Singapura telah mengaktifkan anjuran tekanan panas (Heat Stress Advisory). Warga disarankan untuk mengurangi aktivitas fisik yang berat di luar ruangan, terutama pada siang hari, guna meminimalkan risiko terkena sengatan panas (heatstroke) maupun gangguan pernapasan akibat asap.

“Kami terus memantau situasi kualitas udara secara menyeluruh dan akan memberikan pembaruan jika terjadi perubahan signifikan,” tegas perwakilan NEA.

Situasi di Singapura ini menjadi alarm bagi negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara untuk kembali memperkuat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. Mengingat fenomena cuaca yang kian sulit diprediksi, langkah antisipasi di hulu—khususnya pemadaman titik panas di wilayah Sumatera—menjadi krusial agar tragedi kabut asap lintas batas tahun-tahun sebelumnya tidak terulang kembali di tengah lonjakan suhu global.

BACA JUGA:  Dirut Garuda Berganti, Irfan Setiaputra Sampaikan Pesan Perpisahan

[sumber: www.mothership.sg]

Latest articles

Asap Sumatera Mengancam Kawasan Perbatasan

TERASBATAM.ID — Masyarakat di wilayah perbatasan, khususnya Batam dan Singapura, diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap...

Lebaran di Balik Jeruji: Menjemput Rindu di Rutan Batam

TERASBATAM.ID — Tembok tinggi dan kawat berduri Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Batam...

Khotbah Idul Fitri Gubernur Kepri: Jangan Durhaka!

TERASBATAM.ID — Ribuan umat Muslim memadati Lapangan Bola Gladi Bakar Jaya, Tanjungriau, Kecamatan Sekupang,...

Menara Madani Akan Menjulang Tertinggi di Jantung Batam

TERASBATAM.ID – Kawasan Nagoya, yang selama ini dikenal sebagai denyut nadi perdagangan di Kota...

More like this

Asap Sumatera Mengancam Kawasan Perbatasan

TERASBATAM.ID — Masyarakat di wilayah perbatasan, khususnya Batam dan Singapura, diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap...

Lebaran di Balik Jeruji: Menjemput Rindu di Rutan Batam

TERASBATAM.ID — Tembok tinggi dan kawat berduri Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Batam...

Khotbah Idul Fitri Gubernur Kepri: Jangan Durhaka!

TERASBATAM.ID — Ribuan umat Muslim memadati Lapangan Bola Gladi Bakar Jaya, Tanjungriau, Kecamatan Sekupang,...