BerandaBatam Raya15 Laptop Ditemukan Petugas di Pelabuhan Ferry, Gagal Diselundupkan

15 Laptop Ditemukan Petugas di Pelabuhan Ferry, Gagal Diselundupkan

Diterbitkan pada

spot_img

Terasbatam.id: Petugas Direktorat Pengamanan Aset Badan Pengusahaan Batam temukan 15 unit laptop di Pelabuhan Ferry Domestik Sekupang pada akhir Desember 2021 lalu. Hingga lebih dari satu bulan sejak ditemukan tidak ada satu pihak pun yang melaporkan barang elektonik tersebut. Kuat dugaan laptop berbagai jenis dan merek itu akan diselundupkan keluar dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batam ke daerah pabean lain.

Badan Pengusahaan Batam melalui keterangan pers yang disampaikan oleh Kepala Sub. Dit. Pengamanan Aset Dan Obyek Vital, S.A. Kurniawan, Jumat (04/02/2022) menjelaskan soal penemuan laptop dalam kondisi bekas sebanyak 15 unit yang hingga kini tidak diketahui pemiliknya.

“Petugas menemukan barang yang tertinggal di Ruang Tunggu Pelabuhan Ferry Domestik Sekupang, kemudian petugas melakukan pemeriksaan terhadap barang tersebut dan didalamnya ada 15 unit laptop,” kata Kurniawan.

Menurut Kurniawan, petugas juga sempat mencari tahu kepemilikan barang tersebut, namun belum ada yang mengakuinya. Selanjutnya petugas membawa 15 unit laptop tersebut ke kantor Ditpam BP Batam untuk diamankan.

BACA JUGA:  IPI dan Dispar Kepri Gelar Lomba Mancing Piala Gubernur

“kami menunggu klarifikasi dan bukti atas kepemilikan barang tertinggal tersebut, ” kata Kurniawan.

Ia menambahkan, selama ini petugas Direktorat Pengamanan Aset BP Batam di Pelabuhan hanya mengamankan dan memeriksa barang-barang yang diduga dapat membahayakan di Lingkungan pengawasan Ditpam BP Batam.

Penemuan barang tersebut dapat diindikasikan melanggar UU Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan jo PMK Nomor 34 Tahun 2021 tentang Pemasukan dan Pengeluaran Barang ke dan Dari Kawasan yang Telah Ditetapkan Sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas.

Praktik penyelundupan barang-barang elektronik seperti Laptop dan handphone bekas masih marak terjadi di Batam. Barang elektonik second tersebut berasal dari Singapura atau Malaysia kemudian dijual ke daerah lain diluar Batam dengan berbagai cara, salah satu yang paling marak dengan menggunakan jasa pengiriman.

Berdasarkan sejumlah sumber www.terasbatam.id menyebutkan bahwa pengiriman barang elektronik keluar Batam masih berlangsung dengan biaya yang cukup murah jika dikonversikan dengan nilai barang di daerah pabean lainnya di Indonesia.

 

BACA JUGA:  Wali Kota Batam Lantik Tujuh Pejabat, Sekda Batam Kosong

Latest articles

Krisis SDM, Sejumlah Kantor KUA di Kepulauan Riau Kosong

TERASBATAM.ID — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melaporkan krisis sumber daya...

Pemko Batam Sebut Sampah Jadi Penyebab Banjir di Batam

TERASBATAM.ID — Pemerintah Kota Batam mengakui bahwa banjir masih menggenangi sejumlah titik lama di...

Ramadhan Teduh, Tanpa “Sweeping” Rumah Makan

TERASBATAM.ID — Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang menegaskan dukungannya terhadap imbauan Kementerian...

KPPU Ungkap Dugaan Pelanggaran Distribusi AC AUX

TERASBATAM.ID — Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengungkap dugaan praktik persaingan usaha tidak sehat...

More like this

Krisis SDM, Sejumlah Kantor KUA di Kepulauan Riau Kosong

TERASBATAM.ID — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melaporkan krisis sumber daya...

Pemko Batam Sebut Sampah Jadi Penyebab Banjir di Batam

TERASBATAM.ID — Pemerintah Kota Batam mengakui bahwa banjir masih menggenangi sejumlah titik lama di...

Ramadhan Teduh, Tanpa “Sweeping” Rumah Makan

TERASBATAM.ID — Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang menegaskan dukungannya terhadap imbauan Kementerian...